Pay per Click (PPC) ialah metode penagihan iklan online dimana pengiklan tidak membayar berdasarkan jumlah iklan tetapi saat seseorang mengklik iklan dan mengunjungi situs web. PPC ramai dibicarakan di tengah dunia periklanan karena menampilkan iklan menjadi model pembayaran berbasis hasil.
Model tersebut mengenakan biaya per seribu tayangan iklan dengan penempatan teratas kepada Penawar tertinggi. PPC dipakai bersamaan dengan mesin pencarian utama sedangkan PPC di sosial media tidak terkait dengan pencarian apapun. Untuk mengetahui cara kerjanya lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini.
Cara Kerja Pay per Click (PPC)
1. Model Pembayaran Berbasis Hasil
Pay per Click menerapkan metode penagihan iklan konvensional. Pengiklan tidak perlu membayar berdasarkan jumlah tayangan iklan tetapi hanya bisa saat pengguna benar-benar meng klik iklan dan mengunjungi situs web mereka.
Contoh hasil yang dibayar bisa beragam seperti pembelian produk, pengisian formula, unduhan aplikasi hingga panggilan telepon. Hal ini tentu membuat anggaran lebih efisien dan maksimal. Anda bisa menentukan target biaya maksimal yang rela dikeluarkan untuk setiap satu klik atau hasilnya.
2. Pemilihan Kata Kunci
Sebelum menerapkan strategi SEO, PPC membuat bisnis mendapatkan traffic dengan cepat. Melalui data kunjungan, pengiklan bisa menguji dan menganalisis kata kunci mana yang paling efektif dalam menghasilkan penjualan.
Pengiklan menargetkan kata kunci atau frasa tertentu seperti industrial air terdekat dan café terbaik di Batam agar iklan musuh saat pengguna mencari produk atau layanan tersebut di mesin pencari. Saat dihubungkan dengan mesin pencari, PPC menampilkan iklan di samping hasil pencarian organic sesuai kata kunci yang spesifik sesuai minat pencarian audiens.
3. Proses Lelang Iklan
Setiap kali terjadi pencarian di internet, mesin pencari menjalankan Lelang otomatis untuk menentukan iklan mana yang hendak muncul dan bagaimana urutannya. Bidding PPC menentukan batas biaya maksimum yang rela dibayar iklan untuk setiap klik. Namun, bukan berarti bahwa semakin tinggi penawarannnya, semakin tinggi pula tingkat kemenangan.
Sebab, platform menilai kualitas dan relevansi iklan atau Ad Rank. Pengiklan hanya dipotong saldonya jika pengguna mengklik iklan. Jenis bidding pun berbagai macam mulai dari manual, automatic hingga dynamic. Manual CPC menentukan biaya per klik secara manual.
Sedangkan, automatic bidding mengatur besaran penawaran otomatis untuk memperoleh hasil terbanyak sesuai anggaran yang ada. Dynamic bidding menawarkan harga yang bisa naik atau turun secara otomatis oleh sistem yang dipengaruhi peluang terjadinya konversi.
4. Penentu Peringkat
Kini, sebagian besar platform PPC beroperasi melalui sistem Lelang penawaran atau bidding. Posisi penempatan iklan teratas biasanya diberikan kepada penawar dengan tawaran tertinggi. Akan tetapi, platform seperti Google memakai sistem lanjutan yang tidak hanya melihat jumlah tawaran.
Hal tersebut juga memperhitungkan tingkat keberhasilan dan relevansi iklan. Pelelang tidak hanya dipengaruhi oleh siapa yang membayar paling tinggi tetapi juga kombinasi jumlah penawaran atau bid amount dan skor kualitas dari relevansi iklan dan landing page. Anda juga perlu mempertimangkan dampak yang hendak diberikan.
5. Ragam Biaya
Biaya total PPC tidak tetap karena dipengaruhi pada beberapa elemen dinamis seperti tingkat persaingan pasar untuk kata kunci khusus, besar kecilnya volume permintaan produk atau layanan dan efektivitas pesan iklan dalam menarik minat audiens untuk mengklik dan mengunjunginya.
Pay per click atau PPC dimulai dari pemilihan kata kunci, penentuan anggaran atau penawaran, lelang hingga penayangan atau pengeklikan. Jangan lupa untuk menganalisis dan menilai performa iklan seperti jumlah klik, rasio klik-tayang. Dengan begitu, Anda mengoptimalkan strategi selanjutnya.
